Curhat Tentang Anjing di Lippo Karawaci

Komplainku tentang anjign dan kandang anjing dulu pada bulan Mei terdahulu di blog ini, akhirnya benar benar aku kirim ke redaksi KOMPAS dengan harapan para petinggi Lippo Karawaci Tbk dapat membacanya dan memahaminya. Surat terkirim pada minggu 1 bulan september, dan seminggu kemudian nongol di harian KOMPAS dengan berbagai pengeditan oleh mereka. selain di harian cetak, surat kompali juga keluar di harian digital kompas.

Seminggu setelah tercetak di KOMPAS, aku ke TMD Lippo karawaci lagi, selain untuk mengurus pembayaran IPKL aku juga menanyakan progress komplain masalah anjign tersebut. Untuk laporan yang ini, aku menyertakan bukti print out dari internet yang isinya memang tetangga adalah BETERNAK ANJING, bukan hanya sekedar hobby melainkan menjadikan lahan bisnis sampingan yang menjanjikan. Dengan beternak anjing, sebenarnya mereka menyalahi aturan-aturan yang telah dibuat oleh TMD Lippo Karawaci. Akan tetapi sampai sejauh ini, belum ada tanda tanda langkah penertiban dan pemberian sanksi oleh pihak TMD terhadap mereka. Read more »

A1 di Lippo Karawaci

Setelah artikel di bulan Juli di blok ini tentang A1 di Lippo Karawaci , bulan oktober kemarin bendera para peserta lomba ini sudah dikibarkan dari mulai depan Rumah Sakit Siloam sampai supermall karawaci. majalah umbul umbul  ( majalah bulanan gratis untuk penghuni perumahan lippo karawaci ) bulan oktober kemarin juga sudah mengangkat tema balap mobil ini sebagai topik bahasan utama, dan akan terus ada report progres persiapan balap ini ditiap bulan edisinya. Berikut adalah isi terbitan majalah umbul umbul edisi bulan oktober

Read more »

Djakarta Lloyd Siap Garap Angkutan Batu Bara

Perusahaan pelayaran PT Djakarta Lloyd segera menggarap bisnis angkutan batu bara di dalam negeri, menyusul rencana pemerintah untuk membantu pengadaan armada kapal curah bagi BUMN.

Bravo M. H. Karlio, Dirut PT Djakarta Lloyd, mengatakan bantuan yang akan diberikan pemerintah itu berupa modal untuk pengadaan kapal curah dan peti kemas kosong.

“Bantuan itu masih dalam pembahasan di Kantor Kementrian Negara BUMN dan pada prinsipnya pemerintah siap membantu untuk kebutuhan Djakarta Lloyd dalam menggarap angkutan batu bara dan angkutan peti kemas,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Bravo belum bersedia menyebutkan nilai bantuan modal dan jumlah kapal yang akan disiapkan oleh pemerintah untuk menggarap proyek angkutan batu bara itu.

Pihaknya juga belum menghitung nilai investasi untuk pengadaan kapal curah tersebut karena masih menunggu penawaran harga dari perusahaan galangan kapal. Read more »

Mabes Polri Tahan Tongkang Batu Bara

Sebuah tongkang bermuatan 8.000 matric ton (MT) batu bara diamankan di kawasan Pulau Kembang, Sungai Barito, Senin (25/8) sekitar pukul 19.30 Wita, karena diduga tak dilengkapi dokumen.

Tongkang batu bara asal Kelinis Kalteng yang ditarik tugboat Pioneer I, dihentikan tim gabungan Direktorat Polair Babinkum Mabes Polri. Ketika diperiksa, awal kapal tak bisa menunjukkan dokumen kapal dan muatannya, sehinnga tongkang dan tugboat langsung diamankan.

Informasi diperoleh Metro, penangkapan tongkang berisi penuh batu bara ini bermula dari patroli rutin kapal 636 Manyar Direktorat Polair Babinkam Mabes Polri.

Saat itu kapal yang dipimpin kaptennya AKP Bony Paseo mencurigai sebuah tugboat Pioneer I yang menarik tongkang RMN dengan kecepatan sedang. Di sekitar Pulau Kembang, tongkang dihentikan. Read more »

Hari Kemerdekaan dan Rasa Nasioanlisme

Beberapa hari lagi Bangsa Indonesia Tercinta telah berumur 63 tahun. Jujur saja, kalau dipikir rasa kebangsaan dan nasionalisme sepertinya turun seiring dengan bertambah umur dan kepelikan menjalani hidup di ibukota Jakarta. Apalagi rasa nasioanlisme itu apabila diukur dengan simbol-simbol kebangsaan yang kita miliki misal bendera merah putih.

Imam Mustakim, 34 tahun, eksekutif muda disalah satu perusahaan jasa trading batu bara yang berkantor di daerah Cilandak, sudah 1 minggu lebih ini selalu merasa diingatkan kalau dia melihat orang berjualan bendera merah putih beserta tiang bambu dengan memakai gerobak di komplek perumahaannya yang asri dan mandiri.

“Diingatkan’ bahwa dia sejauh ini belum mempunyai bendera merah putih yang harus dikibarkan didepan rumahnya sesuai dengan anjuran dari pak RT beserta pengelola perumahan. Apalagi kalau yang berjualan adalah orang yang sudah tua dengan keringat yang bercucuran. Read more »

Sweet Child of Mine (1)

Tidak terasa, ternyata tanggal 13 Agustus kemarin anak keduaku Fira ( Earlena Maya Zhafirah) sudah berumur 1 bulan. Dia di lahirkan tanggal 13 Juli 2008, pada pukul 23.40 di rumah sakit Honoris ( sekarang berganti menjadi Rumah Sakit Mayapada) di Tangerang.

Proses kelahiran  cepat sekali dimana dimulai dari pecahnya ketuban di rumah Karawaci pada jam 21.30, terus langsung dibawa ke Honoris. Sebenarnya baby sudah ingin keluar, tapi para perawat masih mencoba menahan sehingga ‘bukaanya’ mencukupi serta menunggu kehadiran dari dokter kandungan yang selama ini menanganinya.

Sementara aku lagi ngurus administrasinya, ternyata baby sudah keluar duluan. Sehingga momen-momen bersejarah terlewati yang kedua kalinya. Read more »

100 Kapal Suriah Jajaki Klasifikasi BKI

Sedikitnya 100 kapal rute internasional asal Suriah berencana masuk klasifikasi PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), menyusul penjajakan kerja sama dengan sejumlah perusahaan pelayaran asal negara Timur Tengah tersebut.

Kerja sama itu juga akan dilanjutkan dengan asosiasi pemilik kapal di negara itu agar dapat menggunakan jasa BKI untuk klasifikasi kapal rute internasional.

“Mayoritas kapal yang dimiliki pengusaha Suriah menggunakan bendera Panama. Saat ini sudah ada permintaan dari pemilik kapal Suriah untuk masuk klasifikasi BKI. Jumlahnya sekitar 100 kapal,” ungkap Dirut BKI Muchtar Ali kepada Bisnis kemarin. Read more »

39 Perusahaan Dukung Proyek Angkutan Batu Bara di Bengkulu

PT Pathaway International menggandeng sedikitnya 39 perusahaan dalam negeri dan asing untuk mendukung proyek angkutan batu bara di Bengkulu senilai Rp21 triliun.

Direktur Utama Pathaway International untuk Indonesia Djoko Soedibyo mengungkapkan 39 perusahaan tersebut terdiri dari kontraktor, desainer, konsultan, dan pemasok untuk kebutuhan proyek tersebut.

Megaproyek ini meliputi pembangunan dermaga khusus untuk batu bara di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, senilai Rp1 triliun, pengerukan alur pelabuhan senilai Rp1 triliun, dan pembangunan jaringan rel kereta api Muara Enim-Pulau Baai senilai Rp17 triliun. Total nilai proyek ini mencapai US$2,3 miliar atau sekitar Rp21 triliun, termasuk biaya bunga selama konstruksi sekitar Rp3 triliun. Read more »

Ekspor Batubara Dinilai Rugikan Usaha Pelayaran

Pemasok batu bara dinilai merugikan perusahaan pelayaran nasional karena lebih mengutamakan pengapalan ekspor komoditas itu. Akibatnya, kapal angkutan batu bara terpaksa menunggu muatan selama berhari-hari di pelabuhan.

Pemerintah diminta membuat aturan yang tegas terhadap perusahaan pemasok batu bara agar mengutamakan persediaan untuk kebutuhan dalam negeri. Selain untuk memberikan kepastian muatan bagi kapal domestik, hal itu guna menghindari krisis pasokan batu bara untuk pembangkit listrik di dalam negeri.

“Krisis batu bara untuk pembangkit listrik yang terjadi belakangan ini bukan karena ketiadaan kapal, melainkan batu bara untuk diangkut kapal tidak tersedia di pelabuhan muat. Akibatnya kapal harus menunggu berhari-hari,” kata Soenarto, Presdir PT Gurita Lintas Samudera, kepada Bisnis kemarin. Read more »

Polisi Sempat Tangkap Batubara KPC

Kepolisian Daerah Kalimantan Timur, Senin (4/8) sempat menahan distribusi 6 ribu matrix ton batu bara milik PT Kaltim Prima Coal (KPC) untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Rembang, Jawa Tengah. Polisi mensinyalir adanya kejanggalan administrasi pembongkaran batu bara di perairan Sangata, Kutai Timur.

“Harus ada izin khusus untuk pembongkaran batu bara di perairan laut dan mereka (KPC) tidak punya,” kata Direktur Polisi Air Polda Kalimantan Timur, Komisaris Besar Haris Fadillah, Kamis (7/8).

Kapal Patroli Polisi Mandau, kata Haris, memergoki kapal milik KPC tengah membongkar muatan batu bara ke kapal Indrani di perairan Sangata Kutai Timur. Kapal beserta muatan 6 ribu ton sempat ditahan selama 1 hari sebelum akhirnya dilepaskan. Read more »